Seorang pria dengan pedang adalah sosok yang menunjukan kebesaran, ketangguhan, keperkasaan, kegagahan serta kewibawaan, namun saat ini belum banyak orang yang memahami arti kemuliaan tersebut, saat ini banyak orang yang menyalahgunakan pedang sebagai alat yang wajib/harus digunakan untuk menyelesaikan permasalahan (pertikaian/pertengkaran sepele), hingga pada akhirnya salah satu/sekelompok diantara mereka terluka dan terbunuh secara sia-sia, naudzubillahimindzalik, semoga kita terhindar dari hal yang demikian (amin). Pedang adalah benda yang menakutkan itulah image yang kini tersebar dimasyarakat luas, perlu kita maklumi memang karena belum adanya pemahaman yang benar tentang arti sebuah pedang dimata masyarakat kita yang secara umum masih mengutamakan otot/kekerasan dibandingkan akal sehat/kedamaian, tidak seperti dinegara-negara maju lainnya (mungkin karena dinegara kita banyak orang yang tidak sekolah/berpendidikan rendah serta krisis ekonomi yang melanda sehingga mempengaruhi tatanan sosial dan emosi masyarakat). Pada masa kini, di era/zaman yang damai ini, pedang seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menyeramkan, pedang bukanlah lagi sebagai dipakai sebagai senjata dan alat berperang. Sebagai manusia yang maju dan bermartabat(berilmu dan berpendidikan), seharusnya kita lebih arif dan bijaksana dalam berfikir. Pedang adalah sebuah karya seni, sama seperti tarian, patung, ukiran, lukisan, dan hasil seni budaya lainnya, pedang adalah hasil peninggalan budaya leluhur sejak zaman terdahulu hingga zaman mendekati modern yang dapat dinikmati keindahannya, setiap budaya dan negara menciptakan pedang (baik jenis maupun bentuk) yang berbeda-beda; dari cara pakai, kegunaan, teknik, filosofi, dan lain sebagainya yang sangat unik dan menyenangkan untuk kita gali nilai historis dan sejarahnya. Bagi kolektor dan pencinta pedang, pedang adalah sesuatu yang sangat menyenangkan untuk dicari/dikoleksi (fisiknya) dan dipelajari (ilmu/filosofinya).
By Arpi Wijaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar